Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro (lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985; umur 25 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Portugal. Ia dikenal sebagai pemain sayap dari Manchester United dari 2003-2009 sebelum pindah ke Real Madrid pada 1 Juli 2009 dengan memecahkan rekor transfer sebesar 80 juta poundsterling menjadikannya sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola. Ia biasa bermain sebagai sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Ia mulai dipanggil ke Timnas Portugal sejak tahun 2003.
Ronaldo Lahir di Madeira, Portugal, anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung "Ronalda" di Portugal. Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano ("Ronaldo") relatif langka di Portugal.
Ronaldo adalah pemain sepak bola yang dapat bermain dengan kedua kakinya, yang membuat dia dapat bermain di mana saja: kanan, kiri atau melalui tengah. Ini mengakibatkan Ronaldo dan rekannya sesama pemain sepak bola di Manchester United Ryan Giggs dapat saling bertukar posisi.
Ronaldo memiliki kemampuan teknik yang hebat.Di samping gerakan multi step-over, dia juga mengembangkan banyak kemampuan lainnya, membuat dia sangat lincah dan sebagai pemain sayap yang tidak dapat diprediksikan gerakannya. Disamping kemampuan mengolah bolanya yang luar biasa, dia juga piawai dalam mengeksekusi bola-bola mati, itulah yang membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling berbahaya bagi lawannya, dia dapat mencetak gol dengan cara apapun.
Selasa, 23 November 2010
Emma watson
Sebelum perannya di film Harry Potter, pengalaman beraktingnya sangat sedikit. Selain sekolah, aktivitasnya antara lain menulis sebuah puisi, ia pernah mengikuti sebuah kompetisi puisi. Saat berumur tujuh tahun, ia menang peringkat pertama untuk tingkat seusianya. Emma adalah seorang gadis yang pintar dan ramah. Ia tinggal bersama ibunya sejak kecil sedangkan adiknya Alex Watson tinggal bersama ayahnya.
Karier
Penampilan Watson pertama kali di TV adalah sebagai anak terbaring di tempat tidur di Rumah Sakit Norwich di dalam film berjudul Knowing Me, Knowing Yule.Pada tahun 2009, Emma akan bermain pada film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1. Yang sebelumnya, sempat ada rumor Emma tidak akan memainkan film Harry Potter selanjutnya setelah bermain di Harry Potter and the Order of the Phoenix. Dan tanggal 17 April 2009, film Harry Potter and the half blood prince akan diputar di bioskop-bioskop Indonesia
Sejak tahun 2008, Emma sering diincar majalah-majalah untuk menjadi Covergirl.Seperti majalah Flare(November 2008), Sunday Times Style(Desember 2008), VS. Magazine, dan Italian Vogue. |}Emma dikabarkan sempat disukai oleh Robert Pattinson lawan mainnya dalam film Harry Potter yang berperan sebagai Cedric Diggory.
Kamis, 18 November 2010
SMKN 1 SIDOARJO
SMK Negeri 1 Sidoarjo didirikan pada tahun 1975 yang pada awalnya berasal dari STM Sidoarjo ( Swasta ), yang berlokasi di Jalan Jenggolo No. 1 Sidoarjo dengan membuka 2 jurusan yaitu Teknik Mesin Produksi dan Bangunan Gedung.
Kemudian Pada tahun 2000 menjadi SMK negeri 1 Sidoarjo yang berlokasi di Jalan Monginsidi tepatnya di Desa Sidoklumpuk Kecamatan Sidoarjo dengan nomor telepon 0318965636. Seiring dengan tuntutan dunia usaha / industri dan juga kurikulum yang ada maka pada awal tahun 1999 menambahkan 5 Program Keahlian lagi sehingga menjadi 7 program keahlian.
Ketujuh Program Keahlian tersebut antara lain :
- Teknik Konstruksi Bangunan (TKB)
- Teknik Gambar Bangunan (TGB)
- Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik (TPTL)
- Teknik Audio Video (TAV)
- Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU)
- Teknik Pemesinan (TPM)
- Teknik mekanik Otomotif (TMO)
Kamis, 11 November 2010
PENGERTIAN TEKNIK MESIN
Teknik atau rekayasa adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan lewat pengetahuan, matematika dan pengalaman praktis yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna. Para praktisi teknik profesional disebut insinyur (sarjana teknik).
Menurut sejarahnya, banyak para ahli yang meyakini kemampuan teknik manusia sudah tertanam secara natural. Hal ini ditandai dengan kemampuan manusia purba untuk membuat peralatan peralatan dari batu. Dengan kata lain teknik pada mulanya didasari dengan trial and error untuk menciptakan alat untuk mempermudah kehidupan manusia. Seiring dengan berjalannya waktu, ilmu pengetahuan mulai berkembang, dan mulai merubah cara pandang manusia terhadap bagaimana alam bekerja. Perkembangan ilmu pengetahuan ini lah yang kemudian merubah cara teknik bekerja hingga seperti sekrang ini. Orang tidak lagi begitu mengandalakan trial and error dalam menciptakan atau mendesain peralatan, melainkan lebih mengutamakan ilmu pengetahuan sebagai dasar dalam mendesain.Teknik mesin atau teknik mekanik adalah ilmu teknik mengenai aplikasi dari prinsip fisika untuk analisa, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik. Ilmu ini membutuhkan pengertian mendalam atas konsep utama dari cabang ilmu mekanik, kinematik, termodinamik dan energi. Ahli atau pakar dari teknik mesin biasanya disebut sebagai insinyur (teknik mesin), yang memanfaatkan pengertian atas ilmu teknik ini dalam mendesain dan menganalisa pembuatan kendaraan, pesawat, pabrik industri, peralatan dan mesin industri dan lain sebagainya. teknik mesin biasanya terdiri dari :
- Perancangan Mekanik dan Konstruksi
- Proses Manufaktur dan Sistem Produksi
- Konversi energi
- Ilmu Bahan / Metalurgi
Sejarah Penciptaan Lambang Burung Garuda
Garuda merupakan lambang Negara Indonesia, hampir semua orang tahu itu. Namun hanya sebagian orang saja yang mengetahui siapa penemunya dan bagaimana kisah hingga menjadi lambang kebanggaan negara ini.Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin.
Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Kamis, 04 November 2010
Bus Tercanggih Di Dunia 3D Express Coach dari Cina
Dalam upaya penyelamatan lingkungan, go green dan mengurangi kemacetan tanpa harus menggusur bangunan untuk melebarkan jalan, perusahaan Shenzhen Huashi Future Parking Equipment sedang mengembangkan "3D Express Coach", bus cepat tiga dimensi.
Inovasi ini memungkinkan mobil-mobil dengan ketinggian maksimal 2 meter melewati kolong bus, ketika kendaraan itu berjalan.
Menurut China Hush, "3D Express Coach", juga ramah lingkungan. Ia tak menggunakan bahan bakar fosil, yang tak hanya makin langka tapi juga tak ramah lingkungan.
Bus canggih ini akan menggunakan energi kombinasi dari listrik dan energi matahari. Bus yang mirip trowongan ini bisa berjalan dengan kecepatan sampai 60 kilometer per jam dan mengangkut 1.200 hingga 1.400 penumpang.
Konstruksi trayek pertama sepanjang 115 mil akan dibangun di Distrik Mentougou, Beijing. Ini bukan lagi proyek impian. Sebab, pembangunannya akan dimulai akhir 2010.
Direktur Huashi Future Parking Equipment, mengklaim sistem ini relatif murah dan singkat. Hanya butuh waktu setahun dengan biaya 'hanya' memerlukan biaya 500 juta yuan atau US$73 juta untuk membangun sistem transportasi futuristik ini
Inovasi ini memungkinkan mobil-mobil dengan ketinggian maksimal 2 meter melewati kolong bus, ketika kendaraan itu berjalan.Menurut China Hush, "3D Express Coach", juga ramah lingkungan. Ia tak menggunakan bahan bakar fosil, yang tak hanya makin langka tapi juga tak ramah lingkungan.
Bus canggih ini akan menggunakan energi kombinasi dari listrik dan energi matahari. Bus yang mirip trowongan ini bisa berjalan dengan kecepatan sampai 60 kilometer per jam dan mengangkut 1.200 hingga 1.400 penumpang.
Konstruksi trayek pertama sepanjang 115 mil akan dibangun di Distrik Mentougou, Beijing. Ini bukan lagi proyek impian. Sebab, pembangunannya akan dimulai akhir 2010.
Direktur Huashi Future Parking Equipment, mengklaim sistem ini relatif murah dan singkat. Hanya butuh waktu setahun dengan biaya 'hanya' memerlukan biaya 500 juta yuan atau US$73 juta untuk membangun sistem transportasi futuristik ini
Kamis, 28 Oktober 2010
GUNUNG MERAPI MELETUS,MBAH MARIJAN MENINGGAL
SLEMAN. Gunung Merapi di Jawa Tengah akhirnya meletus. Letusan ini ditandai dengan hujan abu dan luncuran wedhus gembel atau awan panas dari perut Gunung Merapi, kemarin petang.
Lontaran awan panas ini kali pertama terdeteksi pukul 17.15 WIB dan meluncur ke arah selatan. Kejadian ini sontak membuat warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) kalang kabut.
sebelum awan panas meluncur, di sekitar lereng Merapi terjadi hujan deras. Bahkan langit tertutup mendung. Sehingga saat awan tersebut keluar dan meluncur ke arah Selatan, tidak banyak yang tahu.
Selain awan panas, suara gemuruh yang juga terdengar makin keras. Suara tersebut dipicu adanya guguran meteri vulkanik akibat tekanan dari magma bumi. Sehingga terjadi longsor yang cukup besar.
Nahasnya, juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, belum juga turun sekalipun gunung ini telah mengeluarkan awan panas. Beberapa penduduk di Desa Cangkringan, Seleman, tempat Mbah Maridjan tinggal, juga dilaporkan terluka bakar.
Wakil Bupati Sleman, Yuni Rahayu menuturkan, sampai pukul 22.30 WIB malam tadi, belum tampak ada Mbah Maridjan di lokasi pengungsian. Padahal penduduk lereng Merapi yang luka bakar terus berdatangan dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman.
Tak diketahui di mana Mbah Maridjan berada. Bahkan ia dikabarkan hilang bersama sejumlah kerabatnya. "Mbah Maridjan masih di atas, belum mengungsi," ujar Yuni.
Yuni menuturkan, dirinya tidak berniat menjemput Mbah Maridjan. Ia pun yakin, Mbah Maridjan akan turun sendiri jika merasa sudah mendesak. "Mbah Maridjan diminta turun oleh Sri Sultan saja tidak mau, apalagi saya," ujar Yuni.
Tebal debu vulkanik di sekitar rumah Mbah Marijan mencapai sekitar lima centimeter. Kondisi Mbah marijan belum diketahui. "Namun, keluarganya sudah mengungsi di barak pengungsian.
Pada saat Gunung Merapi bergejolak tahun 2006 silam, Mbah Maridjan memilih tinggal di kediamannya bersama para pengikutnya. Waktu itu prediksi Mbah Maridjan tepat, Gunung Merapi tak jadi meletus.
Dilaporkan pula, ada beberapa warga desa Mbah Maridjan yang terluka bakar. Sekujur tubuh mereka melepuh akibat terkena awan panas. Tak cuma itu, belasan tetangganya juga tewas dengan kondisi mengenaskan. Diprediksi, akibat letusan Merapi, sudah puluhan orang meninggal dunia.
Sampai saat ini wedhus gembel dari aktivitas Gunung Merapi terus membawa korban. Setidaknya ratusan warga mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman.
Sementara itu, warga yang sejak dua hari lalu sudah berkemas, tadi malam langsung menuju lokasi pengungsian. Mereka diangkut menggunakan truk yang sudah disiapkan di setiap RT. Kondisi awas memang cepat, sehingga diperlukan langkah sigap untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi.
Sebelumnya, tanda-tanda meletusnya Merapi terlihat jelas. Ini ditunjukkan pada perkembangan aktivitas di puncak gunung setiap menitnya terus meningkat. Magma yang berada di perut Merapi pun sudah mendekati kubah.
Tanda-tanda lain, guguran lava mengalami peningkatan signifikan. Terlebih, di puncak Merapi mengalami pembengkakan baru ke arah utara (Boyolali). Dengan kondisi ini, kemungkinan besar lereng Merapi sebelah utara (Boyolali) terkena dampak letusan.
"Di bagian puncak Merapi, sehari kemarin terus mengeluarkan asap pekat. Fenomena ini yang dinamakan bahwa magma sudah semakin mendekat ke kubah puncak Merapi. Pengamatan kami memang asap pekat sebagai tanda magma sudah naik," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogjakarta, Subandriyo.
Sementara itu, hujan abu yang terjadi hingga radius 40 km dari puncak Merapi, membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun cuaca mendung yang menyelimuti Gunung Merapi, seharian membuat warga dan petugas gagal mengantisipasi dampak letusan merapi.
Akibatnya, seorang balita berusia enam bulan bernama Ilham Azza meninggal dunia lantaran evakuasi telat dilakukan. Anak dari pasangan Sriyanto dan Romlah warga Dusun Gedangan Desa Ngargosoko ini akhirnya meninggal dunia akibat sesak nafas.
"Saat evakuasi anak ini dalam gendongan saya. Sejak dari atas dia tidak mendapatkan masker," kata bibi korban, Trubus, tadi malam.
Selain itu, sebanyak 21 warga lainnya juga dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan. Rata-rata mereka syok dan mengalami gangguan pernapasan akibat hujan abu. Korban yang dirawat didominasi oleh perempuan dan lansia yang berusia diatas 50 tahun.
Sementara itu, puluhan korban juga menderita luka bakar akibat awan panas. "Hujan abu yang terjadi berada pada level yang cukup tinggi. Sehingga bagi mereka yang terkena dapat berakibat gangguan pernafasan. Untuk itu, mutlak harus mengunakan masker," kata Plt Dirut RSUD Muntilan, dr Sasongko, kemarin.
Terpisah, Petugas Balai Penyelidikan dan Penelitian Tekhnologi Kegunungapian di Pos Pengamatan Gunung Merapi, Yulianto mengatakan merapi sudah mengalami masa erupsi. Dari pantuan di tempatnya bertugas, sejak pukul 17.02 WIB sudah muncul awan panas yang mengarah ke barat. Namun, kondisi ini sulit terdeteksi lantaran cuaca yang mendung.
Selain itu, 2 laki-laki juga ditemukan tewas akibat terkena awan panas.
Jasadnya sudah dalam kondisi meringkuk dan tertutup lapisan debu vulkanik saat dievakuasi.
Kedua korban diketahui berjenis kelamin pria. Kulit pada tungkai dan lengan terlihat menyatu akibat tersengat awan panas dengan ekpresi wajah yang menyiratkan tengah menahan rasa sakit luar biasa.
Lapisan debu vulkanik menutupi luka bakar yang menimpanya. "Ini kami evakuasi dari desa Kinah Rejo," kata petugas SAR di UGD RS Panti Nugroho, Jl Kaliurang km.17, Sleman, Selasa (26/10/2010).
Tidak lama kemudian, secara berturut-turut datang empat korban luka bakar dalam kondisi hidup. Salah seorang di antara mereka adalah sukarelawan yang pada saat kejadian sedang melakukan evakuasi terhadap warga desa Kali Tengah.
Tiga lainnya adalah dua orang pria dan seorang nenek. Ketika keluar dari ambulan, seluruh tubuhnya dibungkus selimut dan bagian kepala berlapis debu vulkanik. "Mereka dari Desa Kinahan, desa tempat tinggal Mbah Maridjan," jelas petugas SAR. (jpnn/dtc)
FOTO MBAH MARIJAN MENINGGAL DUNIA
Keberadaan Mbah Maridjan akhirnya dapat diketahui. Juru kunci gunung Merapi tersebut ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi bersujud dan penuh dengan luka bakar didalam dapur rumahnya pada tadi pagi Rabu, 27 Oktober 2010, jam 05.00 WIB setelah letusan gunung Merapi menerpa rumahnya..
Lokasi kediaman Mbah Maridjan terletak di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Kediaman juru kunci yang bergelar Mas Panewu Suraksohargo itu hanya lima kilometer dari puncak letusan Gunung Merapi.
Pada malam saat gunung merapi meletus 26 Oktober 2010, tim evakuasi sempat mengajak Mbah Maridjan untuk mengungsi, namun beliau terus menolak "Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam" ujar Mbah Maridjan. Mbah Maridjan menolak mengungsi karena tugasnya sebagai juru kunci gunung Merapi.
Mbah Maridjan meninggal dunia dalam usia 83 tahun, sosok beliau sendiri merupakan sosok yang fenomenal ketika sebelumnya juga pernah menolak mengungsi ketika Gunung merapi meletus tahun 2006, keberaniannya saat itu menjadikan mbah Maridjan sebagai simbol keberanian masyarakat Indonesia.
Lontaran awan panas ini kali pertama terdeteksi pukul 17.15 WIB dan meluncur ke arah selatan. Kejadian ini sontak membuat warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) kalang kabut.
sebelum awan panas meluncur, di sekitar lereng Merapi terjadi hujan deras. Bahkan langit tertutup mendung. Sehingga saat awan tersebut keluar dan meluncur ke arah Selatan, tidak banyak yang tahu.
Selain awan panas, suara gemuruh yang juga terdengar makin keras. Suara tersebut dipicu adanya guguran meteri vulkanik akibat tekanan dari magma bumi. Sehingga terjadi longsor yang cukup besar.
Nahasnya, juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, belum juga turun sekalipun gunung ini telah mengeluarkan awan panas. Beberapa penduduk di Desa Cangkringan, Seleman, tempat Mbah Maridjan tinggal, juga dilaporkan terluka bakar.
Wakil Bupati Sleman, Yuni Rahayu menuturkan, sampai pukul 22.30 WIB malam tadi, belum tampak ada Mbah Maridjan di lokasi pengungsian. Padahal penduduk lereng Merapi yang luka bakar terus berdatangan dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman.
Tak diketahui di mana Mbah Maridjan berada. Bahkan ia dikabarkan hilang bersama sejumlah kerabatnya. "Mbah Maridjan masih di atas, belum mengungsi," ujar Yuni.
Yuni menuturkan, dirinya tidak berniat menjemput Mbah Maridjan. Ia pun yakin, Mbah Maridjan akan turun sendiri jika merasa sudah mendesak. "Mbah Maridjan diminta turun oleh Sri Sultan saja tidak mau, apalagi saya," ujar Yuni.
Tebal debu vulkanik di sekitar rumah Mbah Marijan mencapai sekitar lima centimeter. Kondisi Mbah marijan belum diketahui. "Namun, keluarganya sudah mengungsi di barak pengungsian.
Pada saat Gunung Merapi bergejolak tahun 2006 silam, Mbah Maridjan memilih tinggal di kediamannya bersama para pengikutnya. Waktu itu prediksi Mbah Maridjan tepat, Gunung Merapi tak jadi meletus.
Dilaporkan pula, ada beberapa warga desa Mbah Maridjan yang terluka bakar. Sekujur tubuh mereka melepuh akibat terkena awan panas. Tak cuma itu, belasan tetangganya juga tewas dengan kondisi mengenaskan. Diprediksi, akibat letusan Merapi, sudah puluhan orang meninggal dunia.
Sampai saat ini wedhus gembel dari aktivitas Gunung Merapi terus membawa korban. Setidaknya ratusan warga mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman.
Sementara itu, warga yang sejak dua hari lalu sudah berkemas, tadi malam langsung menuju lokasi pengungsian. Mereka diangkut menggunakan truk yang sudah disiapkan di setiap RT. Kondisi awas memang cepat, sehingga diperlukan langkah sigap untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi.
Sebelumnya, tanda-tanda meletusnya Merapi terlihat jelas. Ini ditunjukkan pada perkembangan aktivitas di puncak gunung setiap menitnya terus meningkat. Magma yang berada di perut Merapi pun sudah mendekati kubah.
Tanda-tanda lain, guguran lava mengalami peningkatan signifikan. Terlebih, di puncak Merapi mengalami pembengkakan baru ke arah utara (Boyolali). Dengan kondisi ini, kemungkinan besar lereng Merapi sebelah utara (Boyolali) terkena dampak letusan.
"Di bagian puncak Merapi, sehari kemarin terus mengeluarkan asap pekat. Fenomena ini yang dinamakan bahwa magma sudah semakin mendekat ke kubah puncak Merapi. Pengamatan kami memang asap pekat sebagai tanda magma sudah naik," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogjakarta, Subandriyo.
Sementara itu, hujan abu yang terjadi hingga radius 40 km dari puncak Merapi, membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun cuaca mendung yang menyelimuti Gunung Merapi, seharian membuat warga dan petugas gagal mengantisipasi dampak letusan merapi.
Akibatnya, seorang balita berusia enam bulan bernama Ilham Azza meninggal dunia lantaran evakuasi telat dilakukan. Anak dari pasangan Sriyanto dan Romlah warga Dusun Gedangan Desa Ngargosoko ini akhirnya meninggal dunia akibat sesak nafas.
"Saat evakuasi anak ini dalam gendongan saya. Sejak dari atas dia tidak mendapatkan masker," kata bibi korban, Trubus, tadi malam.
Selain itu, sebanyak 21 warga lainnya juga dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan. Rata-rata mereka syok dan mengalami gangguan pernapasan akibat hujan abu. Korban yang dirawat didominasi oleh perempuan dan lansia yang berusia diatas 50 tahun.
Sementara itu, puluhan korban juga menderita luka bakar akibat awan panas. "Hujan abu yang terjadi berada pada level yang cukup tinggi. Sehingga bagi mereka yang terkena dapat berakibat gangguan pernafasan. Untuk itu, mutlak harus mengunakan masker," kata Plt Dirut RSUD Muntilan, dr Sasongko, kemarin.
Terpisah, Petugas Balai Penyelidikan dan Penelitian Tekhnologi Kegunungapian di Pos Pengamatan Gunung Merapi, Yulianto mengatakan merapi sudah mengalami masa erupsi. Dari pantuan di tempatnya bertugas, sejak pukul 17.02 WIB sudah muncul awan panas yang mengarah ke barat. Namun, kondisi ini sulit terdeteksi lantaran cuaca yang mendung.
Selain itu, 2 laki-laki juga ditemukan tewas akibat terkena awan panas.
Jasadnya sudah dalam kondisi meringkuk dan tertutup lapisan debu vulkanik saat dievakuasi.
Kedua korban diketahui berjenis kelamin pria. Kulit pada tungkai dan lengan terlihat menyatu akibat tersengat awan panas dengan ekpresi wajah yang menyiratkan tengah menahan rasa sakit luar biasa.
Lapisan debu vulkanik menutupi luka bakar yang menimpanya. "Ini kami evakuasi dari desa Kinah Rejo," kata petugas SAR di UGD RS Panti Nugroho, Jl Kaliurang km.17, Sleman, Selasa (26/10/2010).
Tidak lama kemudian, secara berturut-turut datang empat korban luka bakar dalam kondisi hidup. Salah seorang di antara mereka adalah sukarelawan yang pada saat kejadian sedang melakukan evakuasi terhadap warga desa Kali Tengah.
Tiga lainnya adalah dua orang pria dan seorang nenek. Ketika keluar dari ambulan, seluruh tubuhnya dibungkus selimut dan bagian kepala berlapis debu vulkanik. "Mereka dari Desa Kinahan, desa tempat tinggal Mbah Maridjan," jelas petugas SAR. (jpnn/dtc)
FOTO MBAH MARIJAN MENINGGAL DUNIA
Keberadaan Mbah Maridjan akhirnya dapat diketahui. Juru kunci gunung Merapi tersebut ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi bersujud dan penuh dengan luka bakar didalam dapur rumahnya pada tadi pagi Rabu, 27 Oktober 2010, jam 05.00 WIB setelah letusan gunung Merapi menerpa rumahnya..
Lokasi kediaman Mbah Maridjan terletak di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Kediaman juru kunci yang bergelar Mas Panewu Suraksohargo itu hanya lima kilometer dari puncak letusan Gunung Merapi.
Pada malam saat gunung merapi meletus 26 Oktober 2010, tim evakuasi sempat mengajak Mbah Maridjan untuk mengungsi, namun beliau terus menolak "Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam" ujar Mbah Maridjan. Mbah Maridjan menolak mengungsi karena tugasnya sebagai juru kunci gunung Merapi.
Mbah Maridjan meninggal dunia dalam usia 83 tahun, sosok beliau sendiri merupakan sosok yang fenomenal ketika sebelumnya juga pernah menolak mengungsi ketika Gunung merapi meletus tahun 2006, keberaniannya saat itu menjadikan mbah Maridjan sebagai simbol keberanian masyarakat Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)




